10 Besar Penyakit Rawat Inap RSUD Tahun 2025

Penjelasan Variabel:

  • Kode Provinsi: Identifikasi unik untuk setiap provinsi di Indonesia. Misalnya, 63 menterjemahkan menjadi KALIMANTAN SELATAN.
  • NamaProvinsi: Nama resmi dari setiapprovinsi yang menjadi objek pengukuran. Menyediakan informasi geografis tentang lokasi data, membantu dalam analisis dan visualisasi spasial penyakit rawat inap.
  • Kode Kabupaten/Kota: Identifikasi unik untuk setiap kabupaten atau kota di provinsi tertentu. Misalnya, 6307 mengidentifikasi HULU SUNGAI TENGAH sebagai daerah yang menjadi objek pengukuran.
  • NamaKabupaten: Nama resmi dari setiap kabupaten atau kota yang menjadi objek pengukuran. Menyediakan informasi lebih spesifik tentang wilayah di mana penyakit rawat inap terjadi. Contoh: HULU SUNGAI TENGAH.
  • Gastroenteritis dan colitis of unspecified origin: Jumlah kasus gastroenteritis atau kolitis dengan penyebab tidak diketahui. Mengindikasikan pentingnya penelitian lebih lanjut pada penyakit ini di kabupaten/kota tersebut.
  • Bacterial pneumonia, unspecified: Jumlah kasus pneumonia bakteri dengan penyebab tidak diketahui. Menunjukkan frekuensi dan potensi risiko infeksi saluran pernapasan akut yang umum di wilayah tersebut.
  • Dyspepsia: Jumlah kasus dyspepsia (gangguan pencernaan) pada tahun 2025. Menunjukkan tingkat keparahan dan frekuensi gangguan pencernaan di daerah tersebut.
  • Viral pneumonia, unspecified: Jumlah kasus pneumonia virus dengan penyebab tidak diketahui. Mengindikasikan prevalensi infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus di kabupaten/kota tersebut.
  • Respiratory failure, unspecified: Jumlah kasus gagal napas dengan penyebab tidak diketahui. Menunjukkan tingkat ke seriusnya masalah pernapasan yang terjadi di daerah tersebut.
  • Non-insulin-dependent diabetes mellitus with peripheral circulatory complication: Jumlah kasus gula darah non-tergantung insulin dengan komplikasi perifer sirkulasi. Menunjukkan prevalensi dan dampak kondisi metabolisme di wilayah tersebut.
  • Unspecified renal colic: Jumlah kasus kolik ginjal dengan penyebab tidak diketahui. Mengindikasikan frekuensi dan potensi risiko infeksi ginjal akut yang terjadi di daerah tersebut.
  • Cerebral infarction, unspecified: Jumlah kasus infark otak dengan penyebab tidak diketahui. Menunjukkan tingkat prevalensi stroke yang umum terjadi di kabupaten/kota tersebut.
  • Pneumonia, unspecified: Jumlah kasus pneumonia dengan penyebab tidak diketahui. Mengindikasikan frekuensi dan potensi risiko infeksi saluran pernapasan akut yang umum terjadi di daerah tersebut.
  • Acute bronitis, unspecified: Jumlah kasus bronkitis akut dengan penyebab tidak diketahui. Menunjukkan tingkat prevalensi dan frekuensi masalah pernapasan akut yang terjadi di wilayah tersebut.

Cakupan Data: Data ini mencakup 10 provinsi di Indonesia, dengan beberapa kabupaten/kota spesifik. Cakupannya meliputi seluruh wilayah administratif yang menjadi bagian dari RSUD, memberikan gambaran luas tentang penyakit rawat inap yang terjadi secara nasional.

Implicasi Informasi: Data ini sangat berharga bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi untuk mengambil keputusan strategis. Misalnya, pemerintah dapat menggunakan data ini untuk merancang program kesehatan yang lebih efektif di tingkat daerah, peneliti dapat melihat tren penyakit tertentu dan mengevaluasi dampak intervensi publik, serta asuransi kesehatan dapat memperkirakan risiko rawat inap.

Duomenys ir ištekliai

This dataset has no data

Papildoma informacija

Laukas Reikšmė
Šaltinis https://opendata.hstkab.go.id/public/datasets/10-besar-penyakit-rawat-inap-rsud-tahun-2025
Last Updated balandžio 6, 2026, 09:55 (UTC)
Sukurtas balandžio 6, 2026, 09:55 (UTC)
GUID 6d981ee2-008b-4881-9c8d-ed3788b7d920
Language i,d
dcat_issued 2026-02-25T00:00:00+00:00
dcat_modified 2026-02-25T00:00:00+00:00
dcat_publisher_name RSUD H. Damanhuri Barabai
harvest_object_id f3487252-9ac3-4b2d-b79f-0710eefa40cb
harvest_source_id 74a808d1-674c-49fb-bef8-1e411108bccd
harvest_source_title Kabupaten Hulu Sungai Tengah - DCAT