Penjelasan Variabel:
- Kode Provinsi: Identifikasi unik untuk setiap provinsi, dalam hal ini Kode Provinsi Kalimantan Selatan adalah 63. Ini penting karena memungkinkan pengelompokan data berdasarkan provinsi.
- NamaProvinsi: Nama singkat provinsi, yang dalam kasus ini adalah Kalimantan Selatan. Penting untuk memberikan konteks geografis dan memudahkan pemahaman kawasan tempat data diperoleh.
- Kode Kabupaten/Kota: Identifikasi unik untuk setiap kabupaten atau kota, contohnya kode 6307 yang menunjukkan Hulu Sungai Tengah. Ini memungkinkan pengelompokan data lebih lanjut berdasarkan daerah administratif.
- Nama Kabupaten/Kota: Nama lengkap kabupaten atau kota, seperti Hulu Sungai Tengah. Penting untuk memberikan detail konteks lokal dan memudahkan pengguna untuk mengetahui area yang terkait dengan data perahu.
- Kode Kecamatan: Identifikasi unik untuk setiap kecamatan, seperti 6307010 yang menunjukkan Haruyan. Ini memungkinkan penyajian data secara terperinci hingga tingkat kecamatan.
- Nama Kecamatan: Nama lengkap kecamatan, contohnya Haruyan. Penting untuk memberikan detail geografis yang lebih spesifik.
- Perahu Tanpa Motor: Jumlah unit perahu tanpa motor di setiap kecamatan. Penting untuk memahami distribusi alat transportasi tradisional dan potensi ketergantungan pada perahu dalam wilayah tersebut.
- Perahu Motor Tempel: Jumlah unit perahu yang menggunakan motor tempel (biasanya berukuran lebih besar). Penting untuk memahami transisi dari transportasi tradisional ke modern dan potensi dampak lingkungan atau infrastruktur.
- Kapal Motor: Jumlah unit kapal yang menggunakan motor dalam setiap kecamatan. Penting untuk memahami dinamika ekonomi dan mobilitas di wilayah tersebut, serta potensi hubungan antara transportasi maritim dengan pertanian, peternakan, atau industri lainnya.
Cakupan Data: Dataset ini mencakup Provinsi Kalimantan Selatan, spesifiknya Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dengan membagi data berdasarkan kode provinsi, kabupaten, dan kecamatan, dataset ini memberikan pemetaan yang detail tentang distribusi perahu di setiap unit administratif tersebut.
Implikasi Informasi: Analisis detail seperti ini sangat penting untuk pemerintah daerah dalam merencanakan strategi pengembangan infrastruktur transportasi dan layanan kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya di setiap kecamatan. Misalnya, jika ditemukan bahwa banyak perahu motor tempel dan kapal motor di suatu kecamatan, mungkin memerlukan upaya untuk meningkatkan akses jalan darat atau angkutan umum.
Relevansi Geografis: Data ini relevan untuk berbagai sektor seperti pertanian (perahu dapat digunakan untuk mengangkut hasil panen), peternakan (perahu motor tempel dan kapal motor sering digunakan dalam industri nelayan atau transportasi hewan ternak), pariwisata, dan kebijakan publik.