Dari tahun 2019 hingga 2024, luas panen tanaman biofarmaka di berbagai kecamatan menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan pasar dan program pengembangan agribisnis berkelanjutan di tingkat kecamatan. Jenis tanaman biofarmaka seperti jahe, kunyit, lada, dan rempah-rempah lainnya menunjukkan pertumbuhan luas panen yang beragam antar kecamatan, tergantung pada potensi lahan, dukungan teknologi, dan kebijakan setempat. Kecamatan yang memiliki akses lebih baik terhadap teknologi dan fasilitas pengolahan cenderung mengalami peningkatan luas panen yang lebih tinggi, mendukung penguatan ekonomi petani dan diversifikasi komoditas pertanian. Secara keseluruhan, data ini mencerminkan peningkatan kontribusi biofarmaka terhadap perekonomian daerah.